Baju
lusuh itu masih menggantung pada paku yang tertancap di dinding kamar. Baunya menyengat
menyisakan gelagat perjuangan. Akupun
tersedak masa, berputar haluan menuju waktu silam. Kenanganku dengannya laksana
angin yang meniupkan kesejukan. Lembut katanya, gemulai geriknya, bijak
perangainya, mantap pemikirannya. Desah nafasnya masih terdengar di telinga,
yang kadang tersengal dan kadang lancar. Lidahku kelu saat aku harus mengucap
namamu. Kau terlalu indah untuk ku tatap dan ku bayangkan. Aku tersipu malu
akan kelakuanku yang tak sesuai harapanmu. Gambarmu seolah waspada mengintai
gerikku. Aku ingin lari, kau tetap menatapku. Sekiannya kau menatapku seolah
muncul kegeraman dalam gambarmu.
About Me
Popular Posts
Labels Cloud
Labels List Numbered
Video of the day
Mengenai Saya
Arsip Blog
Diberdayakan oleh Blogger.

