NU (Islam Cinta Damai)


Sebagai pemeluk agama islam sudahlah pasti kita tak akan asing lagi dengan ormas terbesar islam yang berdiri di Indonesia pada abad ke 19. Yang mana organisasi ini di dirikan oleh ulama besar Indonesia KH. Hasyim Asy’ari sebagai washilah yang menjunjung tinggi Ahlus Sunnah wal jama’ah. Organisasi yang benar-benar menggambarkan islam yang sesungguhnya. Yakni hakikat islam yang cinta damai, ramah, dan saling menyayangi. Selain itu NU juga merupakan washilah islam yang fleksibel dan mampu beradaptasi dengan lingkungan yang menjunjung tinggi nilai kultural. Mengapa demikian, sebab Indonesia adalah Negara dengan beragam suku dan budaya. Yang pastinya tidaklah mudah untuk dipengaruhi oleh budaya-budaya asing. Dengan demikian kehadiran NU adalah salah satu washilah dari para Wali songo yang menyebarkan agama islam di tanah jawa dengan damai dan dengan keindahan kulturalnya.

Jika kita lihat dewasa ini hampir seluruh Negara islam mengalami keterpurukan. Yakni dengan terjadinya perang saudara yang terjadi tak lepas dari system politik yang bermasalah. Sehingga menyebabkan sekian penduduknya merasa terjajah di negeri mereka sendiri. Bahkan tak sedikit dari mereka yang rela menjual akidah mereka demi keamanan hidupnya. Sungguh mengerikan sekali kehidupan bangsa islam diberbagai belahan dunia ini. Namun sungguh beruntung bagi Negara dengan penganut islam terbesar di dunia, yakni Indonesia. Mereka masih merasa aman berada di negaranya. Meski tak sedikit masalah Negara yang membuat bisng telinga. Salah satunya masalah penistaan agama yang dilakukan oleh gubernur Jakarta Ahoek. Masalah yang begitu sangat membuka mata dan membuka telinga. Tak sedikit dari para ikhwan dan akhawat kita yang turun tangan meluruskan kejahatan luar biasa itu. Apakah Indonesia berperang? Sejatinya islam cinta damai, maka pertikaian yang demikian dapat diatasi oleh NU.
Begitu sangat jelas islam yang terkandung dalam NU. Sebab di dalamnya tidak ada dendam dan selalu memakai jalan damai dan manis dalam menyikapi berbaga hal. Sifat Toleransi yang luar biasa sesuai dengan surat Al-Kafirun bahwasanya:
“Agamamu agamamu, agamaku agamaku”

Sehingga tidak akan pernah terjadi genjatan senjata. Dengan demikianlah bentuk kenikmatan yang tiada terkira dari Allah SWT yakni dengan adanya islam cinta damai yang dikemas dalam bingkai NU. Begitu sangat sinkron dengan keadaan Indonesia yang sarat akan keragaman suku dan budaya. 

HERWININGSIH

1 komentar:

Instagram