Sebulan lamannya ia menjadi seorang
pengajar di sebuah pesantren yang terletak di daerah Pacitan. Hari-harinyapun kian padat. Sehingga dirinya tidak memiliki
kesempatan pulang ke kampung halamannya. Dan suatu ketika ia mendapat kabar
bahwa ibunya dalam keadaan sakit. Pemuda inipun
memutuskan pulang demi merawat sang ibu.
Saat berpamitan kepada pengasuh ia
mendapat pesan untuk segera kembali setelah sang ibu sembuh. Mengingat padatnya
kegiatan santri yang perlu adanya pantauan dari para asatidz.
About Me
Popular Posts
-
Judul: Kinasih Penulis: Nisaul Kamilah Chisnulloh Penerbit: Telaga Aksara Cetakan: Ke 1 Ukuran: 14×20,5 cm Jumlah Halaman: 20...
-
Berbincang soal sastra merupakan menu spesial di dalam konteks budaya Indonesia yang mulai menghilang dari permukaan. Mengenali sastr...
-
Mulai terasa dalam jiwa yang diam rasa takut yang mulai mencekam Terselip rasa gelisah dalam kalbu yang membungkam Terdengar ge...
-
Seruling Cinta Ku simpan selalu seruling cinta yang membingkai dalam dadaku Menancap tajam bersama anganku ...
-
Oleh: Herwiningsih Siapa yang tak mengenal sebuah organisasi yang cukup sentral yang bernamakan PMII. Organisasi yang ...
-
Oleh: Herwiningsih Ocehannya masih sangat lekat terngiang dalam otakku. Penyampaiannya yang tegas, membuat hatiku bergejolak. Sampai ...
-
Berjajar pilar-pilar Idiologi penuh makna, menyuarakan akan kebenaran tanpa batas. Disuarakan dari berbagai agama yang menj...
-
Sebagai pemeluk agama islam sudahlah pasti kita tak akan asing lagi dengan ormas terbesar islam yang berdiri di Indonesia pada abad ke ...
-
Alunan syahdu yang menyapa hati bagaikan misteri tanpa henti, mengukirkan sebuah cerita penuh makna. Merangkai ungkapan-ungkapan yang tak...
-
Oleh: Herwiningsih Alunan syahdu yang menyapa hati bagaikan misteri tanpa henti, mengukirkan sebuah cerita penuh makna. Merangka...
Labels Cloud
Labels List Numbered
Video of the day
Mengenai Saya
Arsip Blog
Diberdayakan oleh Blogger.

