Kampus merupakan salah satu tempat menimba ilmu yang berada di
jenjang pendidikan paling tinggi. Penghuninya pun tidak lagi bernama siswa
melainkan mahasiswa. Tujuan orang memasukinya tak lain untuk mencari ilmu yang
lebih luas. Tempat pendidikan yang satu ini bukanlah tempat yang mengekang
dalam hal hak dan kewajiban. Melainkan para mahasiswa diberi kebebasan yang
seluas-luasnya untuk berkarya berkreasi dan melakukan apapun yang mereka suka.
Selain itu mahasiswa dipandang sebagai komunitas manusia yang mampu membawa
kemajuan bagi bangsanya. Sehingga masyarakat luas memberikan kepercayaan besar
kepada mahasiswa untuk bisa melakukan perubahan untuk negerinya.
Dan sayangnya hal tersebut sudah tak berlaku lagi bagi mahasiswa di
era globalisasi ini. Melainkan dewasa ini mayoritas mahasiswa yang datang ke
kampus tak lebih hanya sebagai status belaka. Kampus hanya dijadikan formalitas
di mata masyarakat. Dan sebab maraknya budaya asing yang datang ke Indonesia menyebabkan mahasiswa kehilangan
arah dan hanya terpuruk dalam kehedonismean. Bukan hal yang mengejutkan lagi
jika mahasiswa sekarang tidak tau akan perkembangan negaranya, apakah dalam
situasi yang stagnan atau dalam keterpurukan. Demikian itu disebabkan oleh
banyakya virus yang merusak cara berpikir mereka. Kebanyakan dari mereka hanya
menjadikan kampus sebagai tempat menunjukkan style/ mode pakaian yang mereka
kenakan. Berlenggak bagai actor Hollywood yang gagah dan cantik. Menghabiskan
biaya hanya untuk mengikuti perkembangan fashion.
Jika mahasiswa tahun 80an-90an ketakutan saat mereka tidak
berpengetahuan luas. Jauh berbeda dengan Mahasiswa sekarang, yang akan takut
saat mereka ketinggalan trend mode/style yang selalu berkembang. Dan jika dulu
mahasiswa datang ke kampus dengan membawa tumpukan buku berkumpul di
perpustakaan. kini tumpukan buku hanya sebagai pelengkap status. Melihat hal
yang demikian masyarakat telah kehilangan kepercayaan terhadap mahasiswa.
Selain itu masyarakat telah mengubah pandangannya bahwa mahasiswa hanya seorang
pengkhianat. Karena perubahan hanya akan terjadi jika generasi mudanya kuat.
Untuk merubah hal tersebut dibutuhkan kesadaran dari mahasiswa
sendiri. Yang mana Indonesia membutuhkan adanya perubahan. Baik berubah dalam
segi ekonomi, moral maupun kultural. Dan mereka harus menyadari bahwa mereka
adalah generasi penerus bangsa. Sehingga mereka diharapkan mampu menjadi agen
perubahan bagi bangsa dan negaranya. Ir. Soekarno pernah berkata “ Beri aku
sepuluh pemuda maka akan aku rubah dunia”. Melihat perkataan tersebut dapat
diartikan bahwa generasi muda merupakan tonggak perubahan. Dengan demikian
perubahan akan terwujud jika generasi mudanya sehat dan kuat menghadapi
berbagai gejolak yang masuk pada bangsa ini. Dan para mahasiswa juga diharapkan
bisa mengubah perspektif masyarakat terhadap mahasiswa untuk bisa percaya
kembali.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa
kampus adalah tempat utama untuk menentukan jati diri seseorang. Selain itu
kampus juga salah satu tempat istimewa di mata masyarakat. Dengan penghuninya
yang tak lagi siswa melainkan mahasiswa. Yang mana mahasiswa merupakan populasi
manusia yang mampu membawa perubahan bagi bangsa dan negaranya. Sehingga
mahasiswa seolah memiliki andil terbesar untuk melakukan perubahan. Namun
sayangnya mahasiswa sekarang sudah tidak sesuai dengan perspektif masyarakat
pada umumnya. Itu disebabkan sikap hedonisme yang melekat pada dirinya. Kita
sadari atau tidak hampir seluruh mahasiswa sekarang datang ke kampus hanya
sebagai status. Kedatangannya ke kampus hanya sebagai bentuk mewujudkan
keindahan style yang mereka pakai. Sehingga tak khayal jika mahasiswa sekarang
tidak memiliki pengetahuan yang luas. Untuk merubah hal tersebut dibutuhkan adanya
kesadaran dari mahasiswa. Dan kembali lagi kepada ungkapan Ir. Soekarno. Serta membuat
masyarakat kembali percaya bahwa mereka adalah agen perubahan. Yang mana hal
tersebut harus didukung oleh skill dan kreativitas. Sehingga mampu merubah
ketimpangan dan kesenjangan pada rakyat Indonesia.


Mau diakui atau tidak, anak kampus adalah pangsa pasar yang paling menjanjikan untuk fashion....
BalasHapusbetul sekali pak, karena itu mungkin juga dipengaruhi oleh rasa minder :D
Hapus